Headlines News :
handphone-tablet
Tampilkan postingan dengan label muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muslimah. Tampilkan semua postingan

Wanita Haid Tidak Luput Pahala

Written By elkayis on Minggu, 26 April 2015 | 00.47

Sebagian Muslimah menganggap masa haidh sebagai masa libur beribadah atau masa santai-santai.  Bahkan, ada Muslimah yang merasa gembira bila tiba waktu haidh karena tidak dibebani dengan kewajiban shalat dan puasa. Sehingga tidak sedikit kaum Muslimah yang mengalami pasang surut dalam aspek keimanan.
Seyogyanya bagi kaum Muslimah pada masa haidh tak luput dengan pahala. Mereka bisa menuai pahala melalui berbagai aktivitas peribadatan yang tidak dilarang oleh syari’at Islam.
Diantara bekal-bekal peribadatan mengisi masa haidh adalah sebagai berikut;

  1. Memperbanyak dzikir dalam setiap keadaan.
Saudariku, dzikir merupakan amalan agung lagi mulia. Dzikir merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Alloh subhanahu wa ta’ala dengan sedekat-dekatnya. Alloh memerintahkan kepada kita agar memperbanyak dzikir.
 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا (41)  وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا (42)
“Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Alloh, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. al-Ahzab [33] : 41-42)
Kepada orang yang berdzikir, Alloh subhanahu wa ta’ala menyediakan beragam pahala yang indah, tempat kembali yang baik dan kehidupan yang menyenangkan.
Sebagai Muslimah, hendaknya memperbanyak dzikir di masa haidh dengan mengucapkan;alhamdulillah, Allohu akbar, subhanalloh, subhanalloh wa bihamdih, laahaula walaa quwwata illa billah, subhanalloh  wa bihamdihi subhanallohil ‘azhim, dan dziki-dzikir shohih lain yang sesuai dengan petunjuk Nabi Muhammad sholallohu alaihi wasallam.
  1. Menuntut Ilmu.
Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim dan Muslimah. Menuntut ilmu merupakan jalan menuju surga. Siapa saja yang memiliki ilmu dan beramal dengannya, niscaya ia akan bahagia di dunia dan akhirat. Siapa saja yang dikendaki oleh Alloh ta’ala kebaikan, maka ia akan dipahamkan permasalahan agama.
Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang Alloh menghendaki kebaikan pada dirinya, maka Alloh akan memberinya pemahaman dalam agama.” (HR. al-Bukhori dan Muslim)
Pada masa kini sarana menuntut ilmu semakin mudah dan bervariasi. Kaum Muslimah bisa mendatangi majelis taklim mingguan atau menuntut ilmu melalui sarana elektronik seperti; mendengar ceramah Islami di CD, internet, dan radio Islami. Bila hal tersebut tidak memungkinkan, majalah Islami dan buku-buku Islami pun bisa dimanfaatkan sebagai sarana mendulang ilmu.
  1. Doa
Doa merupakan ibadah yang sederhana dan bersifat mudah. Doa bisa dilakukan pada malam maupun siang hari. Doa merupakan senjata ampuh bagi orang-orang yang beriman. Bagiwanita yang haidh diperbolehkan berdoa untuk memohon keteguhan agamanya, istiqomah di jalan kebenaran, memohon kebahagiaan dunia dan akhirat serta doa yang bermanfaat lainnya.
Diriwayatkan dari Syahr bin Hausyab rodhiallohu anhu, ia berkata, “Aku bertanya kepada Ummu Salamahh, “Wahai Ummu Salamah, doa apa yang paling sering diucapkan oleh Rosululloh ketika beliau berada di rumahmu?” Ummu Salamah berkata, “Doa yang paling sering beliau baca adalah:
(( يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ ))
“Wahai Dzat yang membolak-balikan hati, teguhkanlah hatiku di atas agamamu.” (HR. at-Tirmidzi)
  1. Tilawah al-Qur’an.
Al-Qur’an merupakan mata air hidayah bagi orang-orang yang bertakwa. Ia merupakan pelita, cahaya dan penerang bagi setiap manusia menuju jalan kebenaran. Membaca al-Qur’an membuahkan nilai pahala luar biasa. Satu huruf saja bagi pembacanya akan memperoleh sepuluh kebaikan. Bayangkan jikalau seorang Muslimah membaca satu juz dari al-Qur’an setiap harinya, berapakah pahala yang akan diperolehnya?
Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda;
“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Aku tidak mengatakan alif laam mim(الم) itu satu huruf, akan tetapi alif (ا) satu huruf, lam (ل) satu huruf dan mim (م) satu huruf.”(HR. at-Tirmidzi)
Adapun mengenai hukum membaca al-Qur’an bagi wanita haidh, maka menurut pendapat yang lebih mendekati kebenaran diperbolehkan. Sebab hadits yang melarang bagi wanita haidh membaca al-Qur’an derajatnya lemah sehingga tidak bisa dijadikan sebagai dasar.
Setiap manusia memiliki kesalahan dan dosa. Barangkali sudah tak terhitung kesalahan dan dosa yang kita lakukan, baik yang diketahui maupun yang tidak diketahui, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Salah satu cara memperbaiki kesalahan dan dosa masa lalu adalah dengan memperbanyak istighfar.
Secara khusus, Rosululloh sholallohu alaihi wasallam memerintahkan kepada kaum wanita untuk memperbanyak istighfar.
Beliau sholallohu alaihi wasallam bersabda;
“Wahai para wanita, bersedekahlah kalian dan perbanyaklah istighfar, karena aku melihat mayoritas penghuni neraka adalah kalian.” (HR. Muslim)
Tatkala kaum Muslimah mengalami haidh hendaknya memperbanyak istighfar dan menjauhkan segala perbuatan yang dapat mengotori dan meracuni hatinya. Sebisa mungkin lisannya senantiasa basah untuk berdzikir dan beristighfar kepada Alloh subhanahu wa ta’ala.
  1. Bercumbu dengan suami.
Wanita haidh boleh bercumbu dengan suaminya selama tidak melakukan jima’.
Rosululloh sholallohu alaihi wasallam bersabda;
Lakukanlah segala sesuatu (terhadap wanita haidh) selain jima’.” (HR. Muslim)
Dari ‘Aisyah rodhiallohu anha, ia berkata: “Bahwa di antara istri-istri Nabi sholallohu alaihi wasallam ada yang mengalami haidh. Rosululloh sholallohu alaihi wasallam ingin bercumbu dengannya. Lantas beliau memerintahkannya untuk memakai kain agar menutupi tempat memancarnya darah haidh, kemudian beliau tetap mencumbunya (di atas kain). Aisyah berkata, “Adakah di antara kalian yang bisa menahan hasratnya (untuk berjima’) sebagaimana Nabisholallohu alaihi wasallam menahannya?” (HR. al-Bukhori dan Muslim)
Demikianlah beberapa amalan utama bagi wanita haid di dalam islam. Semoga bermanfaat.
Wallohu a’lam.
Artikel: Gerimis
*Sumber : Fajrifm.com

Mengusap Kerudung Ketika Berwudhu

Written By elkayis on Rabu, 08 April 2015 | 17.18


Aurat wanita yang wajib ditutupi adalah seluruh anggota badan kecuali wajah dan telapak tangan menurut kesepakatan para ulama, namun terdapat perbedaan pendapat dalam menutup wajah dan telapak tangan. Hal ini otomatis mengharuskan wanita untuk senantiasa menggunakan hijabnya ketika berada ditempat umum. Lalu bagaimana ketika ingin berwudhu untuk shalat?
Sebagaimana kita ketahui bahwa mengusap kepala merupakan rukun wudhu, sehingga tidak sah wudhu jika tidak mengusap kepala. Hal ini bukan masalah bagi laki-laki, tetapi bagi wanita kadang hal ini merepotkan terutama ketika menggenakan kerudung dan sedang berada di tempat umum yang tidak mungkin untuk membuka auratnya.
Agama islam bukanlah agama yang sulit, dalam agama ini semuanya telah diatur dengan mudah begitu juga dalam hal ini. Ketika seorang wanita ingin berwudhu dan dia sedang berada di tempat umum yang tidak memungkinkan untuk melepas kerudung, atau dalam keadaan yang menyulitkannya jika harus membuka kerudungnya maka dibolehkan baginya untuk mengusap kerudungnya sebagai ganti mengusap kepala.
Diantara dalil yang membolehkan hal ini adalah : Dari ‘Amru bin Umayyah radhiyallahu ‘anhu, dari bapaknya, beliau berkata :
رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ، يَمْسَحُ عَلَى عِمَامَتِهِ وَخُفَّيْهِ
“Aku pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas surbannya dan kedua khufnya*”[HR. Al-Bukhari ]
Juga dari Bilal radhiyallahu ‘anhu :
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ، مَسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ وَالْخِمَارِ
“Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap kedua khufnya dan surbannya”  [HR. Muslim]
Dari kedua hadist diatas dapat diqiyaskan mengusap surban dengan mengusap kerudung, sehingga wanita diperbolehkan mengusap kerudungnya ketika berwudhu dengan syarat :
1. Kerudung tersebut menutupi hingga bagian bawah leher.
2. Dalam keadaan darurat misal dingin atau berada di tempat umum.
Terdapat perbedaan pendapat apakah diharuskan memakai kerudung dalam keadaan suci seperti syarat dalam mengusap sepatu? Maka beberapa ulama tidak mensyaratkan hal ini dikarenakan mengusap sepatu merupakan pengganti telapak kaki yang harus dicuci sedangkan mengusap kerudung atau surban adalah pengganti kepala yang cukup diusap. Akan tetapi untuk lebih baiknya sebaiknya menggenakan kerudung dalam keadaan suci.
Allahu a’lam bisshawab...
*khuf adalah alas kaki yang menutupi hingga bagian mata kaki
 *Sumber : gemaislam.com

Istriku, Berhentilah Mengeluh..!

Written By elkayis on Selasa, 24 Februari 2015 | 17.56



Kisah ini menceritakan sepasang suami istri yang memiliki tujuh orang anak. Suatu hari, suaminya melihat sang istri sedang menangis sambil memasak makanan.
 
Melihat hal itu, suami bertanya, “Wahai Istriku, apa yang terjadi denganmu? Apa yang membuatmu menangis?”

“Aku menangis karena merasa sangat lelah dalam mengurus keluarga dan melakukan semua pekerjaan rumah,” sahutnya. “Aku mengurus tujuh anak kita dengan berbagai tabiat mereka. Aku harus menyediakan makanan, membereskan rumah, mencuci baju yang sangat banyak. Aku bekerja 24 jam sehari. Rasanya, aku tidak sanggup lagi untuk melakukan semua ini.”

Sang suami tersenyum. “Apa yang harus aku lakukan?” tanyanya.
“Tolong carikan aku budak perempuan yang dapat membantuku mengurus semuanya.”
“Tentu saja, aku akan mencarikannya. Tapi, tolong dengarkan aku sebentar saja,” kata sang suami sambil membelai istrinya dengan penuh kasih sayang.

“Allah senantiasa membantu hamba-Nya yang tidak pernah berputus asa dan ikhlas dalam mengerjakan apa pun yang mengandung kebaikan. Kau adalah seorang istri yang sangat sabar dalam menjaga keluargamu, seorang ibu yang menjadi teladan bagi ketujuh anakmu, dan menjadi pendampingku yang salihah dengan beratnya tugas-tugasmu. Aku bisa saja mencarikan seorang Pembantu untuk meringankan pekerjaanmu. Namun, jika kau tetap mengerjakan semua kebaikan itu untuk keluarga kita maka Allah akan menghapus semua salah dan dosamu.” Ujar suaminya.

Sang suami kemudian berkata lagi, “Istriku yang salihah, perempuan yang tidak pernah lelah menjaga keluarganya dan ikhlas dengan apa yang dilakukannya, Allah akan menetapkan setiap butiran keringatnya menjadi kebaikan yang dapat melebur keburukannya sekaligus mengangkat derajatnya.”

Sang Suami membelai Istrinya yang masih terisak menahan malu, lalu diajaknya duduk santai di ruang dapur mungil yang sangat sederhana itu, lalu Sang Suami melanjutkan nasehatnya,

“ coba ingat kembali Wasiat Rosulullah SAW kepada Fatimah putri Beliau, yang dipersunting Ali Bin Abi Thalib yang sangat miskin, yang ketika itu juga sedang mengeluh kepada Ayahnya Rosulullah SAW karena tangannya yang dulunya halus kini berubah menjadi kasar dan lecet-lecet karena setiap hari harus menumbuk gandum sendiri, mengolah dan memasaknya. Ada 10 WASIAT Beliau kepada Putrinya :
 
1. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang membuat tepung untuk suami dan anak-anaknya, kelak Allah akan tetapkan baginya kebaikan dari setiap biji gandum yang diadonnya, dan juga Allah akan melebur kejelekan serta meningkatkan derajatnya.


2. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang berkeringat ketika menumbuk tepung untuk suami dan anak-anaknya, niscaya Allah akan menjadikan antara neraka dan dirinya tujuh tabir pemisah.


3. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang meminyaki rambut anak-anaknya lalu menyisirnya dan kemudian mencuci pakaiannya, maka Allah akan tetapkan pahala baginya seperti pahala memberi makan seribu orang yang kelaparan dan memberi pakaian seribu orang yang telanjang.


4. Wahai Fatimah ! Sesungguhnya wanita yang membantu kebutuhan tetangga-tetangganya, maka Allah akan membantunya untuk dapat meminum Telaga Kautsar pada hari kiamat nanti.


5. Wahai Fatimah ! Yang lebih utama dari seluruh keutamaan di atas adalah keridhaan suami terhadap istri. Andaikata suamimu tidak ridha kepadamu,maka aku tidak akan mendoakanmu. Ketahuilah Fatimah, Kemarahan suami adalah kemurkaan Allah.


6. Wahai Fatimah ! Disaat seorang wanita hamil, maka malaikat memohonkan ampunan baginya, danAllah tetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan, serta melebur seribu kejelakan. Ketika seorang wanita merasa sakit akan melahirkan, maka Allah tetapkan pahala baginya sama dengan pahala para Pejuang Allah. Disaat seorang wanita melahirkan kandungannya, makabersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Disaat seorang wanita meninggal karena melahirkan, maka dia tidak akan membawa dosa sedikit pun, didalam kubur akan mendapat taman yang indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan padanya pahala yang sama dengan pahala seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari kiamat.


7. Wahai Fatimah! Disaat seorang istri melayani suaminya selama sehari semalam, dengan rasa senang dan ikhlas, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya serta memakaikan pakaian padanya dihari kiamat berupa pakaian yang serba hijau, dan menetapkan baginya setiap rambut pada tubuhnya seribu kebaikan. Allahpun akan memberikan kepadanya pahala seratus kali ibadah haji dan umrah.


8. Wahai Fatimah! Disaat seorang istri tersenyum dihadapan suaminya, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan penuh kasih.


9. Wahai Fatimah! Disaat seorang istri membentangkan alas tidur untuk suaminya dengan rasa senang hati, maka para malaikat yang memanggil dari langit menyeru wanita itu agar menyaksikan pahala amalnya, dan Allah mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang.


10. Wahai Fatimah! Disaat seorang wanita meminyaki kepala suami dan menyisirnya, meminyaki jenggotnya dan memotong kumisnya serta kuku-kukunya, maka Allah akan memberi minuman yang dikemas indah kepadanya, yang didatangkan dari sungai-sungai surga. Allah pun akan mempermudah sakaratul maut baginya, serta menjadikan kuburnya bagian dari taman surga. Allah pun menetapkan baginya bebas dari siksa neraka serta dapat melintasi shirathal mustaqim dengan selamat.

Istrinya pun menangis karena merasa malu. Sejak itu, dia tak pernah lagi mengeluh.

Subhaanallah, wasiat ini sungguh merupakan mutiara termahal nilainya, khususnya bagi setiap istri yang slalu mendambakan kesalehan, keridhoan dari suami dan juga keridhoan Rabb nya.
Betapa Agung dan Mulianya Posisi Wanita dalam rumah tangga ketika ia rela dan ikhlas dalam menjalani Fitrahnya sebagai seorang Istri.

*sumber : muslimahzone.com

Selfie, Eksis tapi Gak Etis!

Written By elkayis on Minggu, 08 Februari 2015 | 15.28




Belakangan ini trend remaja tanah air diramaikan dengan fenomena foto selfie. Mulai dari orang biasa hingga para selebriti ternama, semuanya pada ramai-ramai berpose selfie. Tidak hanya di tanah air, bahkan seluruh dunia juga ternyata pada doyan ama yang namanya selfie. Begitu populernya selfie sampai-sampai Kamus Bahasa Inggris Oxford menobatkan kata tersebut sebagai kata yang banyak dicari pada Nopember 2013.


Bagi kamu-kamu yang belum tahu, selfie didefinisikan sebagai foto yang diambil oleh diri sendiri, biasanya dengan smartphone atau webcam dan diunggah ke situs media sosial. Penyebutan pertama selfie sendiri diketahui di sebuah forum online di Australia pada 2002, jauh sebelum teknologi kamera depan iPhone ditemukan dan popularitas media sosial meledak. Namun kini ketika jaman media kamera semakin canggih dan media sosial semakin populer membuat siapa saja dengan mudah mengupload foto pribadinya.


Tak jarang remaja yang mengaku dirinya muslimpun ikut-ikutan latah untuk berpose selfie. Mereka memasang foto-foto yang mereka jepret sendiri dengan berbagai pose. seolah-olah mereka berlomba untuk saling eksis di dunia maya. Maka muncullah para foto model dan artis dadakan yang memenuhi dunia maya. Sebenarnya apa sih yang mereka cari? Menurut Dr. Pamela Rutledge, psikolog dan direktur Psychology Media Research Center mengatakan keinginan untuk mengambil, mengunggah dan mendapatkan ‘likes‘ pada selfie mereka karena dorongan ingin mendapatkan pengakuan dari orang lain. Menurutnya, pengakuan adalah kebutuhan biologis manusia sehingga berbagai cara dilakukan termasuk foto selfie ini.



Foto selfie ini bermacam-macam jenisnya. Ada yang memotret mukanya saja dengan berbagai jenis macam bentuk muka, ada yang monyong, lidah menjulur ke atas bibir, bentuk mringis, dan lain-lain. Ada juga yang memotret stengah badan dengan tangan membentuk huruf ‘v’atau dengan pose yang menggoda lainnya yang tidak sepantasnya ditunjukkan. Apalagi yang paling banyak mengupload foto selfie adalah para wanita yang mereka itu masih muda. Survei yang dilakukan oleh Pew Internet and American Life Project menemukan bahwa 54% pengguna internet telah mengunggah foto asli mereka. Dari jutaan foto yang diunggah, sebagian besar adalah foto diri. Saat ini hampir 62 juta foto selfie diunggah di Instagram, facebook dan twitter.


Sungguh sangat disayangkan sekali jikalau para pemuda-pemudi kita di negeri ini ikut-ikutan latah mengupload foto selfie. Apalagi muslimah yang memakai jilbab juga ada yang dengan mudahnya mengupload foto-foto selfie mereka tanpa takut dengan dosa. Jika foto-foto yang diupload masih sesuai dengan hukum syara itu tidaklah mengapa, akan tetapi jika sampai menimbulkan citra buruk muslimah maka itu yang perlu dihindari. Jika kita ingin eksis dan diakui oleh masyarakat maka kita tidak perlu mengupload foto-foto yang tidak berguna di dunia maya.


Dalam diri manusia memang ada sifat yang khas yakni ingin selalu eksis, dikenal, atau dihormati masyarakat. Sifat tersebut muncul karena manusia memiliki naluri (Gharizah) yakni naluri untuk mempertahankan diri (Gharizatul Baqa). Dengan adanya naluri ini maka seluruh manusia di dunia ini bisa mempertahankan diri dari suatu ancaman yang menimpadirinya. Naluri ini akan terwujud dalam bentuk rasa marah, takut, kesal, malu, ingin dihormati, ingin dihargai dan sebagainya.


Nah, selfie boleh dibilang muncul dari naluri mempertahankan diri (Gharizatul Baqa) itu. Karena pengen diakui tersebut maka orang yang mengupload foto mengharapkan like, komentar, atau pujian dan sebagainya sehingga menambah rasa percaya diri. Selain itu bisa jadi karena dia itu membutuhkan perhatian dari orang lain dan lingkungan sekitar sehingga menunjukkan diri dengan hal itu.


Dalam Islam, diatur bagaimana cara memenuhi naluri tersebut. Maka tidak dibenarkan kita mengekspresikan naluri tersebut dengan semaunya sendiri. Jika kita ingin eksis dan diakui oleh masyarakat maka selfie bukanlah cara yang dibenarkan. Seharusnya kita berkarya nyata sehingga keberadaan kita di masyarakat lebih bermanfaat dibandingkan hanya mengupload foto yang tidak berguna. Mengupload foto selfie itu memang membuat kita eksis tapi bagi muslim itu tidak etis.


Bagi Ummat Islam, maka karya yang sangat mudah dipersembahkan kepada masyarakat adalah dengan mengajak mereka kepada kebaikan (dakwah). Dengan aktivitas dakwah ini maka kita bisa dikenal oleh masyarakat, bukan hanya penduduk bumi yang mengenal kita bahkan penduduk langitpun insya Allah akan mengenal kita. Luar biasa bukan?


Memang segala hal itu butuh yang namanya proses. Jika kita tidak bisa berdakwah, berarti ada satu proses yang harus kita jalani yakni ‘Ngaji’ dan istiqomah. Jika kita sudah mengaji dan istiqomah dengan kegiatan kita tersebut maka sudah dipastikan kita akan bisa berdakwah, sehingga dikenal oleh dunia dan langit. Subhanallah.


So, Mulai saat ini wahai Pemuda Muslim,,

"Say No to Selfie but Say Action to Dakwah...!!". 

Semoga bermanfat.


*sumber : dakwahtibekasi.com

Jati Diri Wanita Muslim Dalam Diri Siti Khodijah ra.

Written By elkayis on Sabtu, 26 Januari 2013 | 15.56

Para wanita muslimah hendaknya mengambil contoh dan teladan dari tokoh-tokoh wanita dunia yang telah mendahului mereka, khususnya yang tidak disangsikan lagi kesholehannya dan telah diberi kabar gembira oleh Allah swt dengan syurga .            Mempelajari sirah dan perjalan hidup mereka adalah sangat urgen, karena dengannya kita bisa menatap kedepan , menempuh kehidupan yang lebih sempurna dan kebahagian di dunia dan di akhirat.

Salah satu tokoh wanita yang patut dijadikan suri tauladan bagi para wanita muslimah sekarang adalah Siti Khodijah a. s. , istri Rosulullah saw, ummahatu al mukminin, seorang wanita yang pertama kali memeluk dienul Islam, dan salah satu wanita yang terkemuka  didunia ini.

Dalam salah satu hadits disebutkan :

عن ابن عباس رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ( سيدة نساء أهل الجنة بعد مريم : فاطمة وخديجة وامرأة فرعون ) أخرجه أحمد

Dari Ibu Abbas ra berkata ; bahwasanya Rosulullah saw bersabda : “  Para wanita penghuni syurga setelah Maryam adalah : Fatimah , Khodijah dan istri Fir’aun ” ( HR Ahmad )

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ( هذا جبريل يا خديجة ، وقد أمرني أن أقرأ عليك السلام ويبشرك ببيت في الجنة من قصب لا صخب فيها ولا نصب )

Bersabda Rosulullah saw : ” Wahai Khodijah , ini malaikat Jibril telah datang dan menyuruhku untuk menyampaikan salam dari Allah kepada-mu dan memberikan kabar gembira kepadamu dengan rumah yang terbuat dari kayu , tidak ada keributan dan rasa capai di dalamnya . ” ( HR Bukhari  dan Muslim )

Setelah kita mengetahui dari dua hadist di atas bahwa Khadijah ra adalah wanita ahli syurga, kita sebagai wanita muslimah pada abad ini harus mencari sebab-musabab kenapa Khodijah as menjadi ahli syurga.

Rahasia yang menjadikan Khodijah masuk syurga ternyata telah diungkap sendiri oleh Rosulullah saw dalam suatu haditsnya , tepatnya ketika pada suatu hari Aisyah ra  merasa cemburu dengan Khadijah ra yang walaupun sudah lama meninggal , akan tetapi Rosulullah saw masih saja terus mengingat-ingat kebaikannya , ketika itu juga Aisyah ra berkata kepada Rosulullah saw : ” Wahai Rosulullah saw bukankah Allah swt telah menggantikannya dengan istri yang lebih muda dan lebih baik darinya ?

Mendengar pernyataan tersebut, Rosulullah saw menjadi murka , seraya bersabda :

” لا والله ما أبدلني خيرا منها ، آمنت بي إذ كفر الناس ، صدقتني إذا كذبني الناس ، وواستني بمالها إذ حرمنى الناس ، ورزقني الله منها الولد دون غيرها من النساء . “

” Tidak, demi Allah , tidak ada yang bisa menggantikannya : dia beriman kepada-ku disaat  kebanyakan orang mengkafiri-ku, dia membenarkan-ku pada saat mereka mendustakan-ku, dia membantu-ku dengan harta-nya  ketika mereka pada meninggalkan-ku, dan darinya aku dikaruniai keturunan pada saat istri-istriku yang lain tidak bisa mempunyai anak ”

Dari hadist di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa Rosulullah saw telah menerangkan tiga hal yang menyebabkan Khadijah ra masuk syurga, sebagaimana yang telah dijanjikan Allah swt.

Pertama : Mempunyai keimanan yang tangguh .

<< آمنت بي إذ كفر الناس >>

Keimanan yang tangguh ini memiliki beberapa ciri diantaranya :

1//. Keimanan tersebut  tumbuh dari rasa kesadaran dan atas dasar ilmu, bukan karena ikut-ikutan atau karena takut dikucilkan . Hal ini terlihat dengan jelas, ketika beliau – walau hanya seorang wanita – telah berani menyatakan keimanannya pada nabi Muhammad saw , di saat orang lain pada menghindar dan mengkafirinya.

Keimanan yang tangguh ini tidak goyah , walau selalu di goyang,  yang tak lekang karena panas dan tak lapuk karena hujan.  Keimanan semacam inilah yang mengantarkan orang yang memilikinya menuju syurga.

Dalam hal ini Rasulullah saw bersabda :

<< من قال لا إله إلا الله خالصا من قلبه دخل الجنة >>

Barang siapa yang mengucapkan ” La Ilaha Illa Allah ” dengan ikhlas dari hatinya , niscaya akan masuk syurga ”

2//. Mendukung kepada orang- orang yang membawa kebenaran.

Keimanan yang tangguh itu akan mengantarkan seseorang untuk mendukung  orang- orang yang membawa kebenaran, siapa saja tanpa pandang bulu, sekalipun dia bukan dari keluarga , golongan atau kelompoknya .

<< صدقتني إذا كذبني الناس >>

3//. Menyakini bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan orang- orang yang selalu menyebarkan kebenaran dan berbuat baik kepada orang lain.

Ini terlihat jelas pada diri Siti Khadijah r.a , ketika Rosulullah saw pulang dari gua Hira dalam keadaan takut dan cemas setelah ditemui malaikat Jibril as, seraya mengatakan kepada siti Khadijah :

زملوني… زملوني … زملوني …

” selimutilah saya…selimutilah saya…selimutilah saya ! “

Melihat keadaan suaminya seperti itu, siti Khadijah yang mempunyai keimanan yang tangguh tadi, tidak lantas ikut panik dan menjerit-jerit, tapi tetap tegar dan mengatakan dengan sepenuh hatinya :

كلا … والله لا يخزيك الله أبدا ، إنك لتصل الرحم ، وتقرى الضيف ، وتحمل الكل ، وتكسب المعدوم ، وتعين على نوائب الحق .

” Sekali- kali tidak  !  Demi Allah , sekali- kali Allah tidaklah akan menghinakan kamu selamanya , sesungguhnya  anda benar-benar orang yang suka menyambung tali persaudaraan, menghormati para tamu, menanggung orang – orang yang membutuhkan, berusaha memenuhi kebutuhan orang-orang yang tidak mampu, dan membantu orang –orang yang ditimpa musibah.”

Pernyataan Siti Khadijah ra di atas mengandung beberapa pelajaran :

a.  Menunjukkan ketegaran Khodijah di dalam menghadapi suatu masalah , hal ini dikarenakan keyakinannya kepada Allah yang begitu kuat. Allah berfirman :

 << وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ >>

“  Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi    petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami ” ( QS As Sajdah : 24 ) .

b.  Menunjukkan bahwa Siti Khadijah telah mampu memahami dengan baik ilmu-ilmu kemasyarakat dan ” sunnatullah ” di dalam  kehidupan manusia ini. Yaitu bahwa siapa saja yang berbuat baik, walaupun sekecil apapun, niscaya dia akan melihatnya  cepat atau lambat.

Nilai- nilai semacam ini sebenarnya merupakan bagian dari  Aqidah Islam yang harus diyakini oleh  setiap muslim.  Sangat banyak ayat- ayat Al Qur’an dan hadist- hadits nabi yang menunjukkan kaedah ini.  Diantaranya :

<< فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره ، ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره >>

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.

 Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

<< والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه >> 

“Allah akan senantiasa menolong hambanya,selama hamba tersebut menolong saudaranya . ”

c.  Menunjukkan bahwa Siti Khadijah telah memahami bahwa orang- orang yang lemah merupakan sumber kekuatan bagi orang- orang yang beriman.

Di dalam hadist di sebutkan :

<< إنما تنصرون وترزقون بضعفائكم  >>

” Sesungguhnya kalian akan mendapatkan pertolongan dan limpahan rizqi dari orang- orang yang lemah . ” ( HR Bukhari

4// . Keimanan ini mempunyai landasan ilmu yang kuat .

Keimanan yang tidak mempunyai landasan ilmu yang kuat, otomatis akan mudah goyang dan mudah terpengaruh dengan orang lain.

Dalam suatu riwayat disebutkan, ketika Rosulullah saw masih dalam keadaan cemas ketika melihat malaikat., beliau ( Siti Khadijah as ) menghiburnya dengan kata-kata yang mengandung keilmuan yang mendalam :

أدخل رأسك تحت درعي … أبشر هذه ملك ، إذ لو كان شيطانا لما استحيا

” Masukkan kepala anda ke dalam baju-ku, …. Ini adalah kabar gembira, Karena  yang anda lihat adalah malaikat, jika ia syetan tentunya ia tidak malu.”

Tidak sampai di situ saja, ilmu syareah tadi didukung dengan ilmu-ilmu yang lainnya, seperti ilmu sosiologi dan antropologi, atau ilmu –ilmu kemasyarakatan  sebagaimana yang terungkap di dalam cerita di atas.

Diantara dalil- dalil yang menyebutkan bahwa keimanan harus berdasarkan atas ilmu adalah firman Allah swt :

 << فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ >>

 ” Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah (sesembahan, tuhan) selain Allah ” ( QS Muhammad : 19 )

Beberapa peristiwa di bawah ini menunjukkan bahwa Khodijah as merupakan sosok yang selalu memperhatikan ilmu dan terus mencarinya sehingga ditemukan kebenaran :

1.  Menanyakan tafsir mimpinya kepada ulama pada zamannya , Waraqah bin Naufal , yaitu ketika dia melihat matahari masuk ke rumahnya dan menyinar rumah- rumah sekitarnya juga .

2.  Mencari orang yang amanat untuk mengurusi dagangannya

3.  Menikah dengan orang yang amanat dan berakhlaq mulia.

4.  Membawa Nabi Muhammada saw kepada Waraqah untuk dimintai pendapatnya tentang pertemuannya  dengan Jibril di gua Hira.

Kedua : Menginfakkan hartanya untuk sebuah perjuangan.

<< وواستني بمالها إذ حرمنى الناس >>

            Sebab kedua yang mengantarkan Siti Khadijah sebagai penghuni syurga adalah keikhlasannya di dalam menginfakkan hartanya di jalan Allah demi tegak dan tersebarnya Dinul Islam. Banyak contoh serupa yang menguatkan pernyataan di atas, bahwa infak di jalan Allah adalah satu jalan yang mengantarkan seseorang untuk masuk syurga. Ini terlihat dengan jelas pada diri sahabat agung, khalifah ketiga, Ustman bin Affan yang menginfakkan sebagian besar hartanya untuk biaya perang fi sabilillah .

Dalam hal ini Rosulullah saw bersabda :

 << لا يضرك بعد اليوم يا عثمان >>

” Wahai Utsman, ( berbuatlah sesuka hatimu ) setelah ini, karena semua amalanmu yang kamu berbuat tidak  akan  bisa menghalangimu masuk syurga  ”
Allah berfirman  :

<< إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ >>

 ” Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar. ” ( QS Al Hujurat : 15 )

Ketiga : Membuat ridha suami .

<< ورزقني الله منها الولد دون غيرها من النساء >>

Dalam hal ini , beliau mampu memberikan hak, perhatian , kecintaan, dan keturunan bagi suaminya . ( Zaenab, Ruqiyah, Umm Kaltsum, Fatimah, Qasim, Toyib, Thohir )

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Khadijah as tidak pernah  bersuara di atas suara suaminya. Yang jelas, khadijah telah mengetahui kadar keagungan suaminya dan memberikan yang terbaik untuk keagungannya.

 << نسائكم من أهل  الجنة  العنود على زوجها التى إذا غضب جاء ت حتى تضع يدها فى يد زوجها و تقول : لا أذوق غمضا حتى ترضى >>

” Wanita- wanita kalian yang merupakan penghuni syurga adalah yang perhatian kepada suaminya , jika ia mendapatkan suaminya sedang marah, segera ia mendatanginya , dan meletakkan tangannya di di dalam tangan suaminya, sambil mengatakan : “  Saya tidak akan bisa tenang sehingga anda ridha “

Memberikan keturunan dan mendidik mereka dengan baik ( kaderisasi ) , merupakan sumber amal sholeh yang memasukkan kita ke syurga juga.

Dalam suatu hadits disebutkan :

“ Barang siapa yang merawat dua anak perempuan sehingga mereka baligh, maka ketika ia datang pada hari kiamat,  saya dan dia kedudukannya seperti ini “- seraya menempelkan jari telunjuk dan jari tengahnya - ( HR Muslim  )

Dr. Ahmad Zain An Najah
pulsa listrik

News

More on this category

Journal

More on this category
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yayasan Al-Kayis Banten - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger