Headlines News :
handphone-tablet
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Yuk Biasakan Berbahasa Positif Pada Anak

Written By elkayis on Rabu, 22 April 2015 | 17.37

Ayah Bunda, bacalah ini...!!! Agar kita mampu berusaha semaksimal mungkin dalam mendidik anak-anak.

Oleh Ecka Pramitha dan Nina
Rusmiati di Preschool On

Haura Dzikriyyah, gadis kecilku yang sudah
berusia 7 tahun ini dari kecil memang terbiasa
bangun kesiangan, alhasil ketika sekolah, butuh
ekstra perhatian untuk membangunkan Haura.

Sampai suatu malam, saat ayah membisikkan
kalimat positif pada Haura: "Haura anak sholihah,
ayah doakan Haura jadi profesor ya, bangun
pagi-pagi ya nak, biar badan segar dan sehat."

Paginya, benar-benar surprised, Haura bangun
sendiri di pagi hari, tanpa harus dibangunkan
ummi. Dia sholat, mandi, makan dan berangkat
sekolah tanpa tergesa-gesa lagi. Ini sudah
berlangsung selama 1 minggu ini, alhamdulillah..

Sebuah kalimat positif yang mengantarkan anak untuk tidur, sekilas sederhana, sepele.. Tapi ternyata masuk ke dalam alam bawah sadar anak.

Saya jadi teringat pernah membaca tentang hebatnya kalimat positif. Mungkin tanpa disadari dalam berkomunikasi sehari-hari dengan anak-anak kita tercinta, kita seringkali menggunakan gaya bahasa yang negatif, seperti: mengancam, "Haura ayo cepet tidur, nanti besok kesiangan". Kejadiannya tiap hari, Haura bangun kesiangan jika tidak dibangunkan ummi.

Gaya bahasa negatif lainnya: menakuti-nakuti, "awas nak, disitu gelap ada kecoa". Hasilnya: anak takut gelap dan kecoa. Lalu meremehkan, "ah, segitu aja masak gak bisa sih.." Harga diri anak terluka, dia pun merasa benar bahwa memang dia tidak bisa melakukan seperti yang diucapkan ibunya. dsb.

Jangan-jangan tanpa kita sadari, kita sering menggunakan gaya bahasa yang diistilahkan sebagai gaya bahasa negatif. Kebalikannya adalah gaya bahasa positif, inilah yang seharusnya kita gunakan dalam komunikasi
sehari-hari dengan anak kita.

Elizabeth Hartley dalam bukunya ?Happy Children Through Positive Parenting? menyatakan bahwa
gaya bahasa negatif mengakibatkan anak stress : merasa terhina, direndahkan, merasa tidak penting, merasa tidak mampu, merasa tidak dihargai dsb.

Selain itu mempengaruhi juga perkembangan anak secara negatif sehingga dapat menghambat anak dalam menggali berbagai potensi diri. Task Force for Personal and Social Responsibilities di Amerika menjelaskan bahwa setiap hari orang mendengarkan 432 kata dan kalimat negatif dan hanya 32 kata dan kalimat positif.

Sebanyak 80 persen kata-kata itu menyakitkan, memberikan dampak psikologis buruk dan tidak memotivasi orang untuk bangkit. Sisanya, orang bertahan meskipun mendengar kata-kata tersebut.

 Oleh karena itu orang tua perlu belajar untuk tidak marah berlebihan apalagi mengancam anak.

Ada beberapa contoh gaya bahasa negatif (GBN) , dampaknya pada anak dan gaya bahasa positif (GBP) yang dapat dilakukan oleh orang tua terhadap anak pra sekolah maupun usia sekolah.

Berikut contoh-contoh tsb :

- Melabel.

GBN : "Kok kamu ini males banget, ya..! Habis main selalu saja berantakan !"

Efek pd anak : anak tumbuh menjadi individu yang juga senang melabel orang lain.

GBP : "Sayang, kalau mainan ini dirapihkan kembali, pasti kamarmu jadi rapi. Ayo bunda bantu !"

____________________________
 
- Penolakan

GBN : "Bunda nggak akan ngajak kamu pergi lagi, soalnya kamu suka rewel dan banyak maunya"

Efek : Anak sulit untuk kooperatif/kerjasama dan sering melakukan penolakan juga.

GBP : "Kamu boleh ikut bunda/ayah belanja ke supermarket, tapi kita hanya beli sayur, buah dan susu saja ya !"

____________________________

 - Merendahkan/tak menghargai.

GBN : "Bunda nggak peduli apa alasan kamu, pokoknya bunda minta habis olah raga atau berenang, bajumu dan perlengkapan olah ragamu harus kembali !"

Efek : Anak suka memaksakan kehendak, selalu merasa paling benar dan tak memiliki kemampuan mengembangkan alternatif atau pilihan lainnya.

GBP : "Apa yang bunda bisa lakukan untuk membantu, agar tiap usai olah raga atau berenang, kamu selalu ingat untuk membawa kembali peralatan olah ragamu ?"

____________________________

 - Mengembangkan perasaan rendah diri.

GBN : "Kalau kamu selalu nakal kaya begini, nanti bunda panggilkan polisi/satpam deh!"

Efek : Anak jadi seseorang yang senang menakut-nakuti atau mengancam.

GBP : "Bunda merasa sedih, bila kamu suka mengerjakan apa yang kamu inginkan, tanpa memberitahu bunda"

____________________________

 - Merendahkan kemampuan anak.

GBN : "Apa sulitnya sih pelajaran Bahasa Indonesia, masa' cuma dapat 60 !"

Efek : Anak akan merendahkan kemampuan orang lain, sulit menghargai usaha baik orang lain,
selalu melihat sisi negatif orang lain.

GBP : "Nak, lain kali nilaimu pasti bagus, asal kamu belajar sebaik mungkin !"

____________________________

- Mengancam anak.

GBN : "Duh sarapan saja susahnya minta ampun. Terserah kamu deh. Nanti kalo di sekolah kamu pingsan, bunda gak mau tahu !"

Efek : anak mempunyai perilaku suka mengancam, melihat sisi negatif dari suatu hal dan perasaan khawatir yang tinggi.

GBP : "Nak, sebelum berangkat sekolah, sebaiknya kamu sarapan dulu. Itu penting, apalagi hari ini kan ada pelajaran olah raga."

____________________________

Seperti nasehat aa Gym : mulailah dari sekarang, mulailah dari yang kecil dan mulailah dari yang terdekat. Yuk, mulai sekarang kita belajar merubah gaya bahasa kita menjadi positif, khususnya pada anak-anak kita. Tiada kata terlambat untuk berubah menjadi lebih baik.

Semangaaaat?

Sumber : artikel di tabloid Nakita dan penelusuran materi di internet

Kisah Inspiratif Buat Para Pendidik

Written By elkayis on Kamis, 05 Februari 2015 | 00.13


Sebagai guru profesional dan berkepribadian ;
Tidak Ada Orang yang Tidak Memiliki Kompetensi.


Dari kisah nyata seorang guru. Di suatu sekolah dasar, ada seorang guru yang selalu tulus mengajar dan selalu berusaha dengan sungguh-sungguh membuat suasana kelas yang baik untuk murid-muridnya.

Ketika guru itu menjadi wali kelas 5, seorang anak –salah satu murid di kelasnya– selalu berpakaian kotor dan acak-acakan. Anak ini malas, sering terlambat dan selalu mengantuk di kelas. Ketika semua murid yang lain mengacungkan tangan untuk menjawab kuis atau mengeluarkan pendapat, anak ini tak pernah sekalipun mengacungkan tangannya.

Guru itu mencoba berusaha, tapi ternyata tak pernah bisa menyukai anak ini. Dan entah sejak kapan, guru itu pun menjadi benci dan antipati terhadap anak ini. Di raport tengah semester, guru itu pun menulis apa adanya mengenai keburukan anak ini.

Suatu hari, tanpa disengaja, guru itu melihat catatan raport anak ini pada saat kelas 1. Di sana tertulis “Ceria, menyukai teman-temannya, ramah, bisa mengikuti pelajaran dengan baik, masa depannya penuh harapan”

“..Ini pasti salah, ini pasti catatan raport anak lain….,” pikir guru itu sambil melanjutkan melihat catatan berikutnya raport anak ini.

Di catatan raport kelas 2 tertulis, “Kadang-kadang terlambat karena harus merawat ibunya yang sakit-sakitan”

Di kelas 3 semester awal, “Sakit ibunya nampaknya semakin parah, mungkin terlalu letih merawat, jadi sering mengantuk di kelas”

Di kelas 3 semester akhir, “Ibunya meninggal, anak ini sangat sedih terpukul dan kehilangan harapan”

Di catatan raport kelas 4 tertulis, “Ayahnya seperti kehilangan semangat hidup, kadang-kadang melakukan tindakan kekerasan kepada anak ini”

Terhentak guru itu oleh rasa pilu yang tiba-tiba menyesakkan dada. Dan tanpa disadari diapun meneteskan air mata, dia mencap memberi label anak ini sebagai pemalas, padahal si anak tengah berjuang bertahan dari nestapa yang begitu dalam…

Terbukalah mata dan hati guru itu. Selesai jam sekolah, guru itu menyapa si anak:
“Bu guru kerja sampai sore di sekolah, kamu juga bagaimana kalau belajar mengejar ketinggalan, kalau ada yang gak ngerti nanti Ibu ajarin”

Untuk pertama kalinya si anak memberikan senyum di wajahnya.

Sejak saat itu, si anak belajar dengan sungguh-sungguh.

---
Prepare dan review dia lakukan dibangkunya di kelasnya.
---

Guru itu merasakan kebahagian yang tak terkira ketika si anak untuk pertama kalinya mengacungkan tanganya di kelas. Kepercayaan diri si anak kini mulai tumbuh lagi.

Di Kelas 6, guru itu tidak menjadi wali kelas si anak.
 
Ketika kelulusan tiba, guru itu mendapat selembar kartu dari si anak, di sana tertulis. “Bu guru baik sekali seperti Bunda, Bu guru adalah guru terbaik yang pernah aku temui.”

Enam tahun kemudian, kembali guru itu mendapat sebuah kartu pos dari si anak. Di sana tertulis, “Besok hari kelulusan SMA, Saya sangat bahagia mendapat wali kelas seperti Bu Guru waktu kelas 5 SD. Karena Bu Guru lah, saya bisa kembali belajar dan bersyukur saya mendapat beasiswa sekarang untuk melanjutkan sekolah ke kedokteran.”

Sepuluh tahun berlalu, kembali guru itu mendapatkan sebuah kartu. Di sana tertulis, “Saya menjadi dokter yang mengerti rasa syukur dan mengerti rasa sakit. Saya mengerti rasa syukur karena bertemu dengan Ibu guru dan saya mengerti rasa sakit karena saya pernah dipukul ayah.”

Kartu pos itu diakhiri dengan kalimat, “Saya selalu ingat Ibu guru saya waktu kelas 5. Bu guru seperti dikirim Tuhan untuk menyelamatkan saya ketika saya sedang jatuh waktu itu. Saya sekarang sudah dewasa dan bersyukur bisa sampai menjadi seorang dokter. Tetapi guru terbaik saya adalah guru wali kelas ketika saya kelas 5 SD.”

Setahun kemudian, kartu pos yang datang adalah surat undangan, di sana tertulis satu baris,

“mohon duduk di kursi Bunda di pernikahan saya”

Guru pun tak kuasa menahan tangis haru dan bahagia.

---

                                                      Guru shalih dan shalihah...

Terkadang, kita hanya butuh sedikit menggandakan kesabaran dalam menghadapi anak didik kita. Sejelek apapun prestasi dan kepribadian mereka, jangan pernah biarkan kebencian itu bersemayam di dalam hati kita. Jika akhirnya kita tak mampu untuk membantu merubahnya, cukuplah dengan mendo'akannya. jangan sampai membencinya.

Kadang kita butuh memejamkan mata untuk tak melihat anak-anak kita saat ini. Tapi membayangkan 10 tahun lagi mereka, 20 tahun lagi mereka.

Semoga kisah inspiratif di atas mampu membuka mata hati kita agar lebih bisa berusaha menjadi pendidik, pembimbing, dan pengajar terbaik untuk anak-anak kita. Agar kita juga dapat mempertanggungjawabkannya kelak di Akhirat, di hadapan Sang Kholiq.

Wallahu a'lam..

*Sumber : Status salah seorang teman di Media Sosial*


Kekuatan Istiqamah

Written By elkayis on Sabtu, 16 Agustus 2014 | 11.25

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَشْتَهِي أَنفُسُكُمْ وَلَكُمْ فِيهَا مَا تَدَّعُونَ
“ Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah", kemudian istiqamah dalam keyakinan tersebut, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu." Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. “  (Qs. Fusshilat : 30 – 31 )


Pengertian Istiqamah
Dari Sufyan bin Abdullah ats-Tsaqfi radhiyallahu 'anhu, bahwa beliau berkata:
يَا رَسُولَ اللَّهِ قُلْ لِى فِى الإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُ عَنْهُ أَحَدًا بَعْدَكَ – وَفِى حَدِيثِ أَبِى أُسَامَةَ غَيْرَكَ – قَالَ  : قُلْ آمَنْتُ بِاللَّهِ فَاسْتَقِمْ
 “Wahai Rasulullah, ajarkanlah kepadaku dalam Islam ini ucapan, sehingga aku tidak (perlu lagi) bertanya tentang hal itu kepada orang lain setelahmu [dalam hadits Abu Usamah dikatakan, "selain engkau"]. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Katakanlah: “Aku beriman kepada Allah“, kemudian beristiqamahlah dalam ucapan itu.” (HR. Muslim)
Istiqamah  Mempunyai Tiga Makna
Makna Yang Pertama: Sebagaimana di dalam kamus Lisan al-Arab, Istiqamah berarti lurus dan tidak bengkok.  Shirathal Mustaqim adalah jalan yang lurus dan tidak bengkok.
Berkata Ibnu Rajab di dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam (193):
          الاستقامة : هي سلوك الطريق المستقيم، وهو الدين القويم من غير تعويج عنه يمنة و لا يسرة، و يشمل ذلك فعل الطاعات كلها الظاهرة و الباطنة و ترك المنهيات كلها كذلك
“Al-Istiqamah adalah meniti di atas jalan yang lurus, yaitu agama yang benar tanpa belok kanan maupun kiri, hal itu mencakup melaksanakan seluruh ketaatan secara lahir dan batin, serta meninggalkan seluruh kemungkaran.“
Istiqamah di dalam beramal berarti amal yang kita lakukan harus lurus dan benar.  Amal yang lurus dan benar harus mempunyai dua syarat ; yaitu diniatkan ikhlas karena Allah dan harus sesuai dengan tuntunan nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.  Hal ini sesuai dengan firman Allah:
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُور   
“Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.” (Qs. Al Mulk: 2)
Berkata al-Fudhail bin Iyadh:
 أحسن عملاً أخلصه وأصوبه  ، العمل لا يقبل حتى يكون خالصاً صواباً ، فالخالص إذا كان لله والصواب إذا كان على السنة
  “Yang paling amalnya maksudnya adalah yang paling ikhlas dan paling benar. Suatu amal tidaklah akan diterima oleh Allah, sampai mempunyai dua sifat ; murni dan benar. Murni adalah jika amal itu dilakukan hanya karena Allah semata, sedang benar adalah jika amal tersebut berdasarkan sunnah.“  (lihat Muhammad Syarbini di dalam tafsir as-Siraj al-Munir: 4/ 244)
 Setiap hari di dalam sholat lima waktu, kita diwajibkan membaca surat Al Fatihah paling tidak  sebanyak 17 kali. Di dalamnya kita memohon kepada Allah seraya mengucapkan : “ Ihdina Ash- Shiratha Al Mustaqim “ (tunjukilah kami jalan yang lurus) artinya tunjukilah kami jalan menuju keikhlasan di dalam beramal dan yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Oleh karenanya,  Allah menerangkan maksud dari pada jalan yang lurus tersebut, yaitu jalannya orang-orang yang telah Engkau beri kepada mereka kenikmatan.  Pertanyaannya adalah siapa saja yang telah diberi kepada mereka kenikmatan itu?  Hal ini telah diterangkan oleh Allah di dalam firman-Nya:
وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقًا
“Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (Qs An Nisa’ : 69)
Bentuk istiqamah yang pertama ini menuntut kita untuk senantiasa mencari ilmu, agar amalan kita sesuai dengan tuntutan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Makna Yang Kedua : Istiqamah berarti kontinue dan terus menerus serta berkesinambungan.  Kalau kita mengatakan kepada seseorang bahwa dia adalah orang yang istiqamah melakukan sholat lima waktu berjama’ah di masjid, artinya bahwa fulan tersebut secara terus menerus, dan berkesinambungan melakukan sholat lima waktu sepanjang hidupnya di masjid secara berjama’ah hingga akhir hayatnya.
Makna istiqamah seperti ini pernah diisyaratkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam beberapa hadistnya, diantaranya adalah hadist Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda  :
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ قَالَ وَكَانَتْ عَائِشَةُ إِذَا عَمِلَتْ الْعَمَلَ لَزِمَتْهُ
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus (dilakukan) meskipun sedikit." Al Qasim berkata; Dan Aisyah, bila ia mengerjakan suatu amalan, maka ia akan menekuninya.” (HR Muslim, no : 1306)
Di dalam riwayat lain disebutkan  :
سَدِّدُوا وَقَارِبُوا وَاعْلَمُوا أَنْ لَنْ يُدْخِلَ أَحَدَكُمْ عَمَلُهُ الْجَنَّةَ وَأَنَّ أَحَبَّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
"Beramallah sesuai dengan sunnah dan berlaku imbanglah, dan ketahuilah bahwa salah seorang tidak akan masuk surga karena amalannya, sesungguhnya amalan yang dicintai oleh Allah adalah yang terus menerus walaupun sedikit." ( HR Bukhari, no : 5983 )
Dari dua hadist di atas, kita mengetahui bahwa amalan yang terus menerus dilakukan oleh seorang muslim walaupun sedikit, jauh lebih baik dari pada amalan yang banyak, tapi hanya dilaksanakan sekali dan terputus. Seseorang yang membaca Al Qur’an setiap hari dengan satu juz serta terus menerus sepanjang hidupnya, jauh lebih baik daripada seorang muslim yang mengkhatamkan al Qur’an sepuluh kali pada bulan Ramadhan, tetapi setelah bulan Ramadhan pergi, dia tidak pernah lagi membaca Al Qur’an.
Makna Yang Ketiga : Istiqamah berarti sesuatu yang bisa mengantarkan sampai tujuan.
Seseorang yang beramal ikhlas karena Allah dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, serta terus menerus melakukan hal itu pada seluruh aktifitas hidupnya, maka tidak diragukan lagi dia akan sampai pada tujuan yang selama ini dicita-citakannya, yaitu husnul khatimah, mati dalam keadaan muslim.
Hal ini pernah diwasiatkan oleh para nabi kepada anak-anaknya, sebagaimana yang dilakukan oleh nabi Ibrahim dan Ya’qub ‘alaihima as-salam, sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:
وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلاَ تَمُوتُنَّ إَلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". ( Qs Al Baqarah : 132 )
Selalu istiqamah di dalam memegang teguh ajaran Islam sampai akhir hayat ini merupakan bentuk dari ketaqwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala yang sebenarnya, sebagaimana firman-Nya :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“ Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” ( Qs Ali Imran : 102 )
Manfaat Istiqamah 
Pertama : Malaikat akan turun kepada mereka membawa kabar gembira. Allah berfirman :
تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ
“ maka malaikat akan turun kepada mereka ( dengan membawa berita gembira )” 
Berkata Waki’ : “ Berita gembira terdapat pada tiga tempat ; ketika mati, ketika di alam kubur, dan ketika hari kebangkitan. “   
Kedua :  Mendapatkan ketenangan. Allah berfirman :
أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا
"Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih. “  
Maksudnya :  ( jangan sedih ) dengan sesuatu yang sudah berlalu, karena sudah menjadi siratan taqdir dan tidak bisa dikembalikan lagi dan ( jangan khawatir ) dengan sesuatu yang belum terjadi di masa mendatang, karena semua itu tidak akan terjadi kecuali dengan ijin Allah.
Ketiga : Mendapatkan syurga yang dijanjikan. Allah berfirman : 
 وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ
“ Dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu. “ 
Keempat : Allah akan menjadi penolongnya di dunia dan di akherat. Allah berfirman :
نَحْنُ أَوْلِيَاؤُكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ
" Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat. “ 
Kelima : Mendapatkan kelapangan rizki di dunia. Allah berfirman :
 وَأَلَّوِ اسْتَقامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ لأسْقَيْناهُمْ ماءً غَدَقاً
“Dan bahwasanya: jika mereka tetap istiqamah di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)”.(Qs. Al-Jin: 16)
Maksud air yang segar adalah rizqi dan harta yang berkah. Umar bin Khattab mengatakan : “ Jika ada air berarti ada harta . “
Keenam : Hatinya lapang dan hidup yang senang. Allah berfirman :
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. ( Qs. An-Nahl : 97 )
Mudah-mudahan kita dijadikan hamba-hamba-Nya yang tetap istiqamah sampai akhir hayat kita . Amien.
Dr. Ahmad Zain An Najah, MA

Manfaat membaca bagi kesehatan

Written By elkayis on Sabtu, 08 Juni 2013 | 04.19

Jakarta, Kebanyakan orang begitu sibuk dengan kehidupannya sehingga tidak cukup waktu untuk membaca buku, orang lebih senang menonton film, televisi atau bermain komputer. Padahal membaca tidak hanya memperkaya wawasan tetapi juga bermanfaat untuk kesehatan.

Rajin membaca dapat membuat orang kaya akan wawasan dan informasi. Selain itu, membaca untuk bermanfaat untuk otak dan kesehatan.

Setidaknya ada 5 manfaat membaca untuk kesehatan, seperti dilansir Lifemojo, Sabtu (12/3/2011), yaitu:

1. Melatih otak
Salah satu keuntungan membaca buku adalah sebagai latihan otak dan pikiran. Membaca dapat membantu menjaga otak agar selalu menjalankan fungsinya secara sempurna. Saat membaca, otak dituntut unutk berpikir lebih sehingga dapat membuat orang semakin cerdas. Tapi untuk latihan otak ini, membaca buku harus dilakukan secara rutin.

2. Meringankan stres
Stres adalah faktor risiko dari beberapa penyakit
berbahaya. keindahan bahasa dalam tulisan dapat memiliki kemampuan untuk menenangkan dan mengurangi stres, terutama membaca buku fiksi sebelum tidur. Cara ini dianggap bagu untuk mengatasi stres.

3. Menjauhkan risiko penyakit Alzheimer
Membaca benar-benar dapat langsung meningkatkan daya ikat otak. Ketika membaca, otak akan dirangsang dan stimulasi (rangsangan) secara teratur dapat membantu mencegah gangguan pada otak termasuk penyakit Alzheimer.

Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan otak seperti membaca buku atau majalah, bermain teka-teki silang, Sudoku, dan lain-lain dapat menunda atau mencegah kehilangan memori. Menurut para peneliti, kegiatan ini merangsang sel-sel otak dapat terhubung dan tumbuh.

4. Mengembangkan pola tidur yang sehat
Bila Anda terbiasa membaca buku sebelum tidur, maka itu bertindak sebagai alarm bagi tubuh dan mengirimkan sinyal bahwa sudah waktunya tidur. Ini akan membantu Anda mendapatkan tidur nyenyak dan bangun segar di pagi hari.

5. Meningkatkan konsentrasi
Orang yang suka membaca akan memiliki otak yang lebih konsentrasi dan fokus. Karena fokus ini, pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam kehidupan. Ini juga mengembangkan keterampilan objektivitas dan pengambilan keputusan.

Jadi jangan hanya menghabiskan waktu berjam-jam untuk menonton televisi atau bermain game komputer, tetapi juga luangkan waktu untuk membaca buku. Kebiasaan baik itu tidak hanya akan menyegarkan pikiran tetapi juga memberi manfaat untuk kesehatan dan kehidupan.

Menulis itu menyenangkan

Written By elkayis on Jumat, 26 April 2013 | 22.35

Setelah sekian lama tidak berkecimpung lagi di dunia tulis menulis kini saya kembali untuk menyumbangkan pendapat dan pikiranku di dunia kepenulisan itu. Dulu saya beranggapan bahwa menulis itu membosankan dan tidak dapat apa apa. Hanya letih semata, apalagi kalau tulisanku tidak ada yang membacanya. Wah habislah sudah riwayatku. Seoalah apa yang telah ku lakukan kini menjadi sia sia semata.
Namun tidak dengan sekarang, saya mendengar banyak pengalaman dari orang orang yang lebih senior dari saya. Ternyata kebiasaan menulis yang ditekuni sesorang akan sangat mebantu untuk masa depannya. Lihat saja temenku yang terbiasa menulis di blog dengan gaya bahasa yang unik dan menarik, pada suatu ketika salah satu pengunjung blog itu ternyata adalah seorang redaktur di salah satu perusahaan penerbitan buku. Dan tidak menunggu lama lagi si orang tadi mengajak kerjasama dan bersedia menampung tulisan tulisanya yang menarik. Alhasil keberhasilan pun datang dengan sendirinya.

Salah satu contoh lain adalah Raditya Dika, siapa yang tak kenal dengan penulis yang "unik" menurut saya, dia senang menulis dengan gayanya sendiri. Dengan tingkah polah anak muda yang memiliki kebebasan, dan siapa "nyana" banyak orang yang tertarik pada tulisannya. Dia bisa mengemas tulisan itu menjadi ringan dibaca dan mampu mempengaruhi pikiran pembacanya.
Banyak lagi contoh yang memberikan gambaran orang orang yang berhasil di dunia pena ini, semakin kita sering menulis jelas akan semakin matang pula tulisan kita. Banyak orang orang di sekitar kita yang suka berpendapat dan mengeluarkan pendapatnya namun tidak banyak diantaranya yang mampu mengungkapkannya dalam bentuk tulisan. Saya meganggap bahwa tulisan adalah dunia yang menyenangkan dan dapat memprasastikan pikiran kita. Dengan menulis kita akan semakin banyak melihat sesuatu dengan sudut pandang tertentu dan dengan menulis pula kita dapat memberikan gambaran kepada orang lain mengenai apa yang sedang kita pikirkan.
Pepatah mengatakan "banyak orang yang mampu menerbangkan layang layang namun tidak banyak dari mereka yang mampu menuliskan dalam sebuah tulisan tentang cara menerbangkan layang layang dengan baik". yang harus kita pikirkan bukan tentang bagaimana membuat tulisan itu dibaca oleh banyak orang namun tentang bagaimana kita membuat tulisan kita mampu mempengaruhi seseorang yang membacanya menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya.

Islam dan Pendidikan remaja

Written By elkayis on Sabtu, 26 Januari 2013 | 23.00

Faktor-faktor yang berpengaruh dalam pendidikan remaja

Ada beberapa factor yang sangat berpengaruh bagi pendidikan dan pembentukan remaja. Faktor-faktor tersebut adalah:

1. Keluarga

Keluarga merupakan factor pertama dan utama dalam pembentukan remaja. Dari keluargalah (maksudnya keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak) akhlak, agama, kepedulian social si anak terbentuk. Sebuah keluarga (dalam hal ini ayah dan ibu) yang tidak memperhatikan ajaran Islam dalam hal makan, minum, bicara misalnya, akan membuat anak tersebut tidak berakhlak dengan baik juga ketika bergaul dengan masyarakat kelak. Untuk itu, pendidikan dan perhatian yang ditanamkan di keluarga merupakan factor sangat penting dalam pembentukan anak.


Dalam sebuah hadits disebutkan, bahwa seorang anak itu ketika dialahirkan dalam keadaan suci. Ayah dan ibunya lah yang membentuk dan membawa anak itu, apakah akan dijadikan seorang Yahudi, Majusi atau lainnya.

Dari hadits ini nampak, bahwa pada dasarnya semua anak adalah baik. Lalu muncul ada anak nakal, anak jahat dan baik, semua terkait dengan pendidikan yang diterapkan orang tuanya di dalam rumah. Untuk itu, pendidikan pertama dan utama adalah pendidikan di dalam rumah, karena akan sangat berpengaruh bagi kelanjutan si anak tersebut.

2. Keluaga besar (kerabat).

Faktor kedua yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan pendidikan remaja adalah keluarga besar. Keluarga besar dimaksudkan adalah keluarga yang lebih luas lagi tidak terbatas ayah, ibu dan anak saja.

Anak yang berasal dari keluarga yang mayoritas businessman, maka umumnya akan mempengaruhi si anak untuk menjadi businessman juga. Demikian juga dengan keluarga yang mayoritas bergelut dalam pendidikan, umumnya akan membentuk si anak menjadi orang yang bergelut dalam pendidikan juga, demikian seterusnya.

Dari sini nampak, bahwa keluarga besar sangat berpengaruh bagi pertumbuhan, pendidikan dan perkembangan si remaja ke depan. Untuk itu, keluarga perlu memperhatikan hal ini agar dapat memilih dan memilah mana yang baik dan mana yang tidak baik dari kebiasaan keluarganya itu, sehingga dapat memilih yang terbaik untuk disampaikan kepada putra putrid remajanya.

3. Lingkungan lebih luas lagi mencakup kampong, profinsi dan negara.

Faktor ini juga sangat berpengaruh bagi perkembangan dan pendidikan anak ke depan. Kampung tempat dia tinggal sangat berpengaruh dalam membentuk anak tersebut kedepannya. Kampung yang banyak pengajian, syiar Islam nya kuat, cenderung membawa anak tersebut juga perhatian akan agama.

Bahkan, keadaan alam di mana dia tinggal pun sangat mempengaruhinya. Anak yang tumbuh di daerah subur pertanian umumnya membuat anak tersebut tenang, kalem. Anak yang tumbuh di daerah gersang dan panas juga tandus, cenderung membuat anak tersebut keras dan berkeinginan tinggi. Demikian seterusnya.

Dari sini semakin jelas, bahwa lingkungan sangat berpengaruh bagi perkembangan dan kepribadian si remaja pada masa berikutnya, terutama ketika bergaul dengan masyarakat kelak.

Demikian di antara hal-hal penting yang sangat berpengaruh bagi pendidikan dan kepribadian para remaja. Berikutnya, siapa saja yang mempunyai kewajiban penting dalam pembentukan kepribadian dan pendidikan remaja ini? Di bawah ini penulis mencoba menjelaskannya.

Pihak-pihak yang berkewajiban mendidik para remaja

Dalam ajaran Islam, paling tidak ada tiga pihak penting yang mempunyai peranan dan kewajiban bagi pendidikan anak-anak, khususnya para remaja. Apabila tiga pihak ini melaksanakan kewajibannya dengan baik, maka insya Allah anak-anak, khususnya remaja akan menjadi manusia berhasil dunia akhirat. Ketiga pihak tersebut adalah:

1. Orang tua (ayah dan ibu).

Pihak pertama dan utama yang berkewajiban mendidik putra putri, termasuk para remaja, adalah orang tuanya. Islam mewajbkan orang tua untuk mendidik putra putrinya sebaik mungkin. Bahkan kewajiban pendidikan ini bukan saja ketika setelah dilahirkan, akan tetapi juga ketika masih di dalam perut ibunya.

Seorang ayah berkewajiban di sampang mendidiknya, juga memberikan nafkah, pakaian dan keperluan anggota keluarganya dengan sebaik mungkin. Allah berfirman:

وَالْوَالِدَاتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَادَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ لِمَنْ أَرَادَ أَنْ يُتِمَّ الرَّضَاعَةَ وَعَلَى الْمَوْلُودِ لَهُ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا لَا تُضَارَّ وَالِدَةٌ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَهُ بِوَلَدِهِ...[البقرة: 233]

Artinya: "Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya.Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya" (QS. AL-Baqarah: 233).

Demikian juga dengan firmanNya:

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا [النساء: 9]

Artinya: "Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar" (QS. an-Nisa: 9).

Selain ayat-ayat al-Qur'an di atas, Rasulullah saw juga dalam hadits-haditsnya banyak menceritakan tentang kewajiban pendidikan dari orang tua termasuk memberikan nafkah yang baik kepada anggota keluarganya. Di antara hadits-hadits dimaksud adalah:

عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إن فى الجنة درجة لا يبلغها إلا ثلاثة: إمام عادل, أو ذو رحم وصول, أو ذو عيال صبور)) فقال علي بن أبي طالب: ما صبر ذي عيال؟ قال: ((لا يمن على أهله بما ينفق عليهم)) [رواه الديلمي]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Kelak di surga ada tempat istimewa (derajat, tingkat) yang tidak akan dicapai kecuali oleh tiga kelompok orang: pemimpin yang adil, orang yang selalu menghubungkan silaturahim dengan kerabatnya dan orang yagn sabar dengan keluarganya". Ali bin Abi Thalib lalu bertanya: "Apa yang dimaksud dengan sabar dengan keluarganya itu?" Rasulullah saw menjawab: "TIdak menyebut-nyebut (mengungkit-ngungkit) nafkah yang diberikan kepada anggota keluarganya" (HR. Dailamy).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((ليس منا من وسع الله عليه, ثم قتر على عياله)) [رواه الديلمي]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Tidak termasuk golonganku orang yang diluaskan rizkinya oleh Allah, akan tetapi pelit kepada keluarganya" (HR. Dailamy).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((أحب العباد إلى الله أنفعهم لعياله)) [رواه عبد الله بن أحمد بن حنبل]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Hamba yang paling disukai oleh Allah adalah yang paling bermanfaat bagi keluarganya" (HR. Abdullah bin Ahmad bin Hanbal).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((زوجوا أبناءكم وبناتكم, حلوهن الذهب والفضة وأجيدوا لهن الكسوة, وأحسنوا إليهن بالنحلة ليرغب فيهن)) [رواه الحاكم]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Nikahkanlah putra putri kalian, berikanlah perhiasan emas dan perak kepada mereka, berikanlah pakaian yang bagus kepada mereka, serta berikanlah hadiah yang bagus sehingga mereka (perempuan) indah dipandang" (HR. Hakim).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((يؤتى الرجل من أمتي يوم القيامة وما له من حسنة ترجى له الجنة, فيقول الرب تبارك وتعالى: أدخلواه الجنة فإنه كان يرحم عياله)) [رواه ابن عساكر]

Rasulullah saw bersabda: "Kelak pada hari Kiamat, ada seseorang dari ummatku yang tidak mempunyai kebaikan sedikitpun yang dapat memasukkannya ke dalam surga. Allah lalu berfirman: "Masukkan dia ke dalam surga, kerena dia sangat menyayangi keluarganya" (HR. Ibnu Asakir).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((أدبوا أولادكم على ثلاث خصال: حب نبيكم, وحب أهل بيته, وقراءة القرآن, فإن حملة القرآن فى ظل الله يوم لا ظل إلا ظله, مع أنبيائه وأصفيائه)) [رواه الديلمي]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Didik anak-anak kalian tiga hal: Mencintai nabi, mencintai anggota keluarga dan membaca al-Qur'an, karena orang yang rajin membaca al-Qur'an akan berada dalam naungan Allah di mana kelak tidak ada naungan selain naunganNya bersama para Nabi dan orang-orang pilihanNya" (HR. Dailamy).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((ما من أمتي أحد يكون له ثلاث بنات أو ثلاث أخوات يعولهن حتى يبن [أو ينفصلن عنه بالزواج] أو يمتن, إلا كان معي فى الجنة هكذا)) وجمع بين إصبعيه السبابة والوسطى [رواه الطبراني]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada seorang ummatku yang memiliki tiga orang putri perempuan atau tiga saudari perempuan kemudian ia memeliharanya dengan baik sehingga ia berpisah karena telah menikah atau meninggal dunia, melainkan ia akan bersamaku kelak di surga". Rasulullah saw lalu berisyarat dengan kedua jarinya: telunjuk dan jari tengah" (HR. Thabrany).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((البنات هن المشفقات المجهزات المباركات, من كانت له ابنة واحدة جعلها الله له سترا من النار, ومن كانت عنده ابنتان أدخل الجنة بهما, ومن كانت عنده ثلاث بنات أو مثلها من الأخوات وضع عنه الجهاد والصدقة)) [رواه الديلمي]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Anak-anak perempuan itu adalah pembawa kasih sayang dan berkah, siapa yang mempunyai seorang anak perempuan, maka Allah akan menjadikan penghalang baginya dari api neraka. Siapa yang mempunyai dua orang putri perempuan, Allah akan memasukkannya ke dalam surga, dan siapa yang mempunyai tiga orang anak perempuan atau tiga saudari perempuan, maka Allah akan mengangkat darinya kewajiban untuk jihad dan sedekah" (HR. Dailamy).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((ساووا بين أولادكم فى العطية, فلو كنت مفضلا أحدا لفضلت النساء)) [رواه الطبراني]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Berlaku adillah dalam memberikan hadiah kepada putra putri kalian. Kalau seandainya akau melebihkan seseorang, tentu aku akan melebihkan anak perempuan" (HR. Thabrany).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((حق الولد على الوالد أن يحسن اسمه ويزوجه إذا أدرك, ويعلمه الكتاب)) [رواه الديلمي]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Hak seorang anak dari ayahnya adalah memberikan nama yang bagus, menikahkannya apabila telah datang waktunya serta mengajarkan al-Qur'an" (HR. Dailamy).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((اضربوا على الصلاة لسبع, واعزلوا فراشه لتسع, وزوجوه لسبع عشرة إن كان, فإذا فعل ذلك فليجلسه بين يديه ثم ليقل: لا جعلك الله علي فتنة فى الدنيا ولا فى الآخرة)) [رواه ابن السني]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Pukullah putra putri kalian pada usia tujuh tahun apabila sulit untuk melakukan shalat, pisahkan tempat tidurnya apabila berusia sembilan tahun, serta nikahkanlah ketika berusia tujuh belas tahun apabila memungkinkan. Apabila semua itu telah dilakukan, maka suruh dia duduk di hadapan lalu katakana: "Semoga Allah tidak menjadikan kamu sebagai fitnah bagi saya baik di dunia maupun di akhirat" (HR. Ibnus Sunny).

2. Kerabat

Pihak kedua yang mempunyai kewajiban untuk mendidik para remaja adalah kerabat. Dalam banyak ayat al-Qur'an disebutkan, bahwa berbuat baik kepada kerabat adalah suatu keharusan. Termasuk dalam katagori berbuat baik adalah mendidik, mengarahkan sesame saudaranya. Perhatikan misalnya di antara firman-firman Allah di bawah ini:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا [ النساء: 36]

Artinya: "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri" (QS. an-Nisa: 36).

Demikian juga dalam ayat di bawah ini bahwa seseorang berkewajiban juga membantu secara financial terhadap kerabatnya:

وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَءَاتَى الْمَالَ عَلَى حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ [البقرة: 177]

Artinya: "…Akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya…"(QS. Al-Baqarah: 177).

Membantu kerabat baik secara moril maupun materil merupakan kewajiban saudara lainnya, sekaligus hak kerabat. Allah berfirman:

وَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا [الإسراء: 26]

Artinya: "Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat akan haknya, kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros" (QS. al-Isra: 26).

Dalam ayat lain Allah berfirman:

وَإِذَا حَضَرَ الْقِسْمَةَ أُولُو الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينُ فَارْزُقُوهُمْ مِنْهُ وَقُولُوا لَهُمْ قَوْلًا مَعْرُوفًا [ النساء: 8]

Artinya: "Dan apabila sewaktu pembagian itu hadir kerabat, anak yatim dan orang miskin, maka berilah mereka dari harta itu (sekedarnya) dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik" (QS. an-Nisa: 8).

Mengapa demikian? Karena membantu kerabat termasuk di antara bentuk menghubungkan silaturahim yang diperintahkan oleh Allah:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا [ النساء: 1]

Artinya: "Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan istrinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu" (QS. an-Nisa: 1).

Lalu apakah kerabat tersebut terbatas yang ada kaitan darah dan keluarga saja? Para ulama dalam hal ini berkata, bahwa kerabat ada dua bagian: Ada Rahim (kerabat) Umum yaitu saudara seagama dan ada Rahim Khusus (kerabat khusus) yaitu saudara yang ada ikatan darah dan keluarga.

Baik kepada saudara umum maupun khusus, tetap sama-sama wajib berbuat baik secara moril maupun materil.

Siapa kerabat yang harus didahulukan? Rasulullah saw bersabda:

عن رجل من بني يربوع قال: أتيت النبي صلى الله عليه وسلم فسمعته وهو يكلم الناس يقول: ((يد المعطى العليا, أمك وأباك وأختك وأخاك, ثم أدناك فأدناك)) [رواه أحمد]

Artinya: "Seorang laki-laki dari bani Yarbu' berkata: "Saya mendatangi Rasulullah saw, dan beliau sedang berbicara di depan para sahabat: "Tangan orang yang memberi adalah tangan yang berada di atas, mulia. Dahulukan ibumu, ayahmu, saudari perempuanmu, saudara laki-laki, kemudian demikian seterusnya (yang paling dekat dahulu)" (HR. Ahmad).

Dalam hadits lain disebutkan:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((من سره أن يبسط عليه رزقه, أو ينسأ فى أثره فليصل رحمه)) [رواه مسلم]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Siapa yang hendak dilapangkan rizkinya, dipanjangkan umurnya, maka perbanyaklah silaturahim" (HR. Muslim).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((ما من ذنب أحرى أ، يعجل الله تعالى عقوبته فى الدنيا مع ما يدخره لصاحبه فى الآخرة من البغي وقطعية الرحم)) [رواه أحمد]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Tidak ada satu dosapun yang akan disegerakan siksanya oleh Allah di dunia di samping kelak di akhirat, selain orang yang bermusuhan dan orang yang memutuskan silaturahim" (HR. Ahmad).

3. Masyarakat muslim

Selain orang tua dan kerabat, masyarakat muslim lainnya pun mempunyai kewajiban untuk memperhatikan pendidikan dan kehidupan dan segala sesuatu yang berkaitan dengan remaja dalam rangka menuju perbaikan untuk dunia akhirat. Termasuk di dalam kategori masyarakat muslim adalah pemerintah, yayasan, pribadi ataupun lainnya. Hal ini sebagaimana disebutkan,misalnya, dalam firman Allah di bawah ini:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ [ النحل: 90]

Artinya: "Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran" (QS. an-Nahl: 90).

Bahkan dalam hadits di bawah ini lebih tegas lagi:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((ألا كلكم راع ومسئول عن رعيته, فالأمير الذي على الناس راع وهو مسئول عن رعيته. والرجل راع فى أهل بيته وهو مسئول عنهم. والمرأة راعية على بيت بعلها وولده وهي مسئولة عنهم, والعبد راع فى مال سيده وهو مسئول عنه. ألا فكلكم راع وكلكم مسئول عن رعيته)) [رواه مسلم]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Ingatlah, kalian adalah pemimpin dan bertanggung jawab akan orang-orang yang dipimpinnya. Penguasa adalah pemimpin bagi masyarakatnya dan akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang dilakukan masyarakatnya itu. Suami pemimpin bagi anggota keluarganya dan akan dimintai pertanggungjawaban atas anggota keluarganya. Isteri pemimpin atas rumah dan putra suaminya, ia akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang mereka lakukan. Budak belian adalah pemimpin atas harta majikannya dan akan dimintai pertanggungjawabannya. Ingatlah, setiap kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawaban atas orang-orang yang dipimpinnya' (HR. Muslim).

Demikianlah tiga pihak penting yang mempunyai kewajiban dalam rangka mendidik, memperhatikan anak-anak, khususnya para remaja, demi keberlangsungan dan kebaikan kehidupan mereka baik di dunia maupun di akhirat.

Lalu apa saja pendidikan yang perlu disampaikan kepada putra putrid khususnya yang masih remaj? Sebelum membahas lebih jauh masalah tersebut, berikut penulis sampaikan terlebih dahulu sifat-sifat penting yang harus dimiliki oleh seorang pendidik.

Beberapa sifat penting seorang pendidik

Ada beberapa sifat penting yang seharusnya diperhatikan dan dimiliki oleh seorang pendidik, di antaranya:

1. Ikhlas
Seorang pendidik harus ikhlas semata-mata karena Allah dalam mendidik putra putrinya. Dengan modal ikhlas ini, maka pendidikan tidak akan terasa berat dan tidak akan ada rasa bosan. Segala sesuatu yang diawali dengan niat ikhlas karena Allah, maka hasilnya pun akan maksimal.

Rasulullah saw bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إنما الأعمال بالنيات وإنما لكل امرئ ما نوى...)) [رواه البخاري]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya setiap perbuatan itu tergantung niatnya, dan segala sesuatu itu tergantung apa yang diniatkannya…" (HR. Bukhari).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إن الله لا يقبل من العمل إلا ما كان له خالصا, وابتغي به وجهه)) [رواه أبو داود والنسائي]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya Allah tidak akan menerima amal seseorang kecuali yang didasari keikhlasan dan hanya mengharapkan keridhaanNya" (HR. Abu Daud dan Nasai).

2. Sabar
Rasulullah saw bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لأشج عبد القيس: ((إن فيك خصلتين يحبهما الله: الحلم والأناة)) [رواه مسلم]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda kepada Asyaj Abdul Qais: "Ada dua hal dari diri kamu yang sangati disukai oleh Allah: Sabar dan Perlahan-lahan" (HR. Muslim).

3. Lembut dan tidak menggunakan kekerasan

Rasulullah saw bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إن الله رفيق يحب الرفق, ويعطي على الرفق ما لا يعطى على العنف, وما لا يعطى على ما سواه)) [رواه مسلم]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya Allah menyukai kelembutan, dan akan memberikan banyak kebaikan kepada orang yang berlaku lembut yang tidak akan diberikan kepada orang yang suka kasar juga tidak diberikan kepada orang lain selain orang yang lembut" (HR. Muslim).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((من يحرم الرفق يحرم الخير كله)) [رواه مسلم]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Barangsiapa yang tidak pernah berlaku lembut, maka ia tidak akan pernah mendapatkan kebaikan" (HR. Muslim).

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لعائشة: ((يا عائشة ارفقي, فإن الله إذا أراد بأهل بيت خيرا, دلهم على الرفق)) [رواه مسلم]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda kepada Asiyah: "Wahai Aisyah berlaku lembutlah, karena Allah swt apabila bermaksud memberikan kebaikan kepada sebuah keluarga, Dia akan menunjukkan terlebih dahulu agar berbuat lembut" (HR. Muslim).

4. Hati yang penyayang

Dalam sebuah hadits Rasulullah saw bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((إن لكل شجرة ثمرة, وثمرة القلب الولد, إن الله لا يرحم من لا يرحم ولده, والذي نفسي بيده لا يدخل الجنة إلا رحيم)). قلنا: يا رسول الله كلنا يرحم, قال: ((ليس رحمته أن يرحم أحدكم صاحبه, وإنما الرحمة أن يرحم الناس)) [رواه البزار]

Artinya: "Rasulullah saw bersabda: "Sesungguhnya setiap pohon itu ada buahnya, dan buah hati itu adalah anak. Allah tidak akan menyayangi orang yang tidak menyayangi putranya. Demi diriku yang berada di dalam kekuasaanNya, tidak akan masuk surga kecuali orang-orang penyayang". Kami berkata: "Ya Rasulullah, kami satu sama lain saling menyayangi? Rasulullah saw menjawab: "Yang disebut dengan saying itu bukan semata seseorang menyayangi temannya, akan tetapi saying itu adalah menyayangi manusia umumnya" (HR. al-Bazzar).

Dalam hadits lain disebutkan, Rasulullah saw adalah orang yang paling saying kepada keluarganya.

عن أنس بن مالك قال: ما رأيت أحد كان أرحم بالعيال من رسول الله صلى الله عليه وسلم. قال: كان إبراهيم—ابن النبي—مسترضعا فى عوالى المدينة, فكان ينطلق ونحن معه, فيدخل البيت وإنه ليدخن فيأخذه فيقبله ثم يرجع [ رواه مسلم]

Artinya; "Anas bin Malik berkata: "Saya tidak mendapatkan orang yang paling saying kepada keluarganya selain Rasulullah saw. Suatu hari Ibrahim putra Rasulullah saw sedang disusui oleh seorang perempuan di ujung kota Madinah. Rasulullah saw lalu pergi bersama kami menuju tempat tersebut. Lalu beliau masuk ke dalam rumah, dan suami si perempuan yang menyusui tersebut sedang mengepulkan asap (tukang besi). Rasulullah saw lalu mengambil Ibrahim kemudian menciumnya, lalu beliau kembali lagi ke Madinah" (HR. Muslim).

5. Mengambil yang paling mudah dari dua hal selama tidak berdosa

Dalam sebuah hadits, Siti Aisyah berkata:

عن عائشة قالت: ما خير رسول الله صلى الله عليه وسلم بين أمرين قط, إلا أخذ أيسرهما ما لم يكن إثما, فإن كان إثما كان أبعد الناس منه [متفق عليه]

Artinya: "Aisyah berkata: "Rasulullah saw tidak memilih di antara dua hal melainkan beliau mengambil yang paling mudah selama tidak mengandung dosa. Apabila mengandung dosa, beliau adalah orang yang paling menjauhinya" (HR. Bukhari Muslim).

6. Tidak pemarah

Dalam hadits Bukhari disebutkan ketika seorang laki-laki minta wasiat khusus dari Rasulullah saw, beliau bersabda sebanyak tiga kali: "Jangan marah, jangan marah, jangan marah".


Katamea, Selasa, 12 Pebruari 2008, pukul 09.00 pagi hari
Email penulis: aepmesir@yahoo.com

Home Schooling Islami?

” Kadang ketika homeshooling, kita terjebak dengan akademik,  bangga luar biasa ketika anak tahu fakta-fakta penting seperti tentang luar angkasa. Padahal itu bukan yang utama. Kita menyiapkan anak supaya mendapatkan pekerjaan bagus ketika besar, padahal kita tidak bisa memastikan bahwa dia akan hidup sampai usia tersebut. Kematiaan adalah kepastian.”

Ucap seorang ibu HSer kepada saya di sebuah kesempatan chatting. Jlebb. Berasa ibu itu sedang membicarakan saya, waktu membaca tulisannya. Ya, saya merasa sedang terjebak di dalamnya. Saya sangat senang ketika anak-anak paham tentang fungsi tulang dalam tubuhnya, saya senang ketika mereka tahu bahwa tumbuhan perlu air untuk hidup. Dan ulat akan berubah menjadi kupu-kupu. Tapi kadang terlewatkan mengajarkan siapa yang mencipta itu semua. Kadang tidak membahas tentang kebesaran Rabb mereka, atas terjadinya semua itu…

Apalagi berbagai godaan timbul ketika anak-anak orang lain sudah mulai bisa calistung. Seakan tidak ada yang lebih penting darinya. Saya mulai mencari-cari metode pengajaran calistung yang cocok bagi mereka, mencoba-coba menerapkannya. Jika gagal, cari metode lainnya. Tapi kadang saya lupa, ada yang lebih penting dari itu. Pelajaran akhlaq dan adab seorang muslim, yang akan mereka bawa sampai besar nanti. Yang akan melekat dan menjadi karakter mereka nantinya.

Lalu saya pun teringat sebuah kalimat yang kira-kira berbunyi:

” Tidak ada kata terlambat untuk belajar membaca. Bisa dimulai kapan saja. Bisa ketika usia TK, remaja, dewasa, bahkan ketika menginjak tua! Jika belajar secara intensif dan serius, orang akan bisa membaca dalam waktu kurang lebih 6 bulan saja! Tapi, untuk mendapatkan karakter yang baik, tidak bisa dibentuk ketika sudah dewasa nanti, apalagi tua!

Ougghhhh…. Tersindir lagi saya!

Semoga sebelum terlambat, saya ingin mengembalikan arah homeschooling kami ke arah tujuan homeschooling kami semula. HOMSCHOOLING ISLAMI…. biidznillah.

Homeschooling yang mempelajari tentang kebesaran Allah, lewat segala ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan yang mengantarkan kami pada lurusnya aqidah, bahwa hanya Allah lah yang Menciptakan, hanya kepada Allah lah kami beribadah, dan bahwa Allah mempunyai Nama-nama yang indah, beserta sifat-sifatnya.

Homeschooling yang dapat membentuk karakter mereka nantinya. Yang sudah dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alayhi wassalam, lewat akhlaq dan budi pekerti yang baik. Adab seorang muslim yang terpuji, seperti yang dimiliki oleh sahabat-sahabat radhiyallahu ‘anhum.

Homeschooling yang meniru semangat para penuntut ilmu, dari umat-umat terdahulu, dan ulama-ulama Islam yang mengantarkan Islam menjadi gilang gemilang biidznillah.

Homeschooling yang tidak hanya baik untuk dunia mereka, tapi yang dapat menyelamatkan akhirat mereka.

Aamiiiin.

Diambil dari

http://diaryummuaisyah.wordpress.com/2011/11/18/homeschooling-islami/

Mendidik Anak Secara Islami

Rasulullah s.a.w. bersabda maksudnya: " Sesungguhnya setiap bayi yang lahir itu fitrah (suci). Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi".

Anak-anak yang dilahirkan adalah seperti kain putih yang bersih. Ibu bapalah yang membentuk anak itu apakah ia menjadi seorang yang mentaati perintah Allah swt atau sebaliknya. Setiap orang tua harus bercita-cita menjadikan anak mereka solih dan solihah. Oleh itu, mendidik anak-anak dengan agama harus dimulai sejak anak itu masih berada di dalam kandungan. Berikut adalah beberapa tips mendidik anak secara Islam:

1. Ketika seorang ibu sedang mengandung, ia haruslah banyak beribadah, membaca al Quran, terutama surah-surah yang dianjurkan seperti surah Yusuf, surah Luqman dan surah Maryam.

2. Ketika bayi itu lahir, jika bayinya lelaki maka diazankan di telingan kanannya dan jika bayi itu perempuan maka dikumandangkan qamat dia telinga kanannya; masukkan manisan ke dalam mulutnya, masukkan dengan jari telunjuk kanan, tekan ke langit-langit dan gerakkan ke kanan-kiri; cukur rambutnya untuk menguatkan ingatan; berilah nama yang baik dan adakan aqiqah pada hari ke tujuh setelah dilahirkan.

3. Anak-anak mudah terpengaruh oleh lingkungan di sekitarnya. Hal itu akan mempengaruhi pertumbuhan fikirannya. Oleh kerana itu, kita harus teliti dalam memilih lingkungan untuk anak. Apabila seorang ibu akan menyusui anaknya, hendaknya berwudhu, membaca selawat dan berzikir selama menyusui anak tersebut.

4. Apabila anak mulai belajar berbicara, perkataan yang pertama kali diajarkan kepadanya adalah 'ALLAH'. Apabila lafaz Allah yang pertama kali diucapkan oleh anak kita yang mulai belajar berbicara, maka Allah swt akan membangkitkan kita dengan wajah bercahaya seperti bulan purnama di padang mahsyar nanti

5. Ajarkan ada-adab sunnah dalam kehidupan sehari-hari seperti adab tidur, adab istinja', adab makan dan sebagainya. Apabila ia mulai dewasa, insyaAllah ia akan mudah mengamalkan sunnah.

6. Apabila anak menginjak umur 7 tahun, ajari mereka solat. Jika setelah mereka 10 tahun masih tidak mahu menunaikan solat, maka kita harus memukulnya dengan rotan. Anak lekai harus dididik supaya solat di masjid. Sebelum itu, ajarkan mereka adab-adab masjid dan menghadiri majlis ilmu dan ta'alim. Allah swt berfirman maksudnya: "Dan perintahkanlah keluargamu dengan solat, Kami tidak akan meminta rezeki kepadamu, sebaliknya Kamilah yang akan memberi rezeki kepadamu, dan akibat yang baik adalah untuk orang-orang yang bertaqwa" (Surah Thaha ayat 132)

7. Segala perbuatan atau percakapan kita dengan anak-anak hendaklah dihubungkan dengan kebesaran Allah. Segala yang ada di luar atau di dalam rumah dihubungkan dengan kebesaran Allah. Ada 4 cara untuk meningkat keimanan anak-anak kita iaitu dengan cara melihat, mendengar, berbicara dan berfikir.

8. Anak-anak mempunyai sifat ingin tahu oleh itu beritahu mereka ganjaran-ganjaran yang mereka terima apabila melaksanakan perintah Allah dan beritahu juga suasana kehidupan di alam akhirat.

9. Segala ajaran yang kita berikan kepada anak kita haruslah kita amalkan dahulu sebelum anak-anak melakukannya kerana anak-anak selalu mengikuti perbuatan orang tuanya.

Wallahualam.
pulsa listrik

News

More on this category

Journal

More on this category
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Yayasan Al-Kayis Banten - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website Inspired Wordpress Hack
Proudly powered by Blogger